Permohonan Bantuan Dana Pembangunan Mushalla NUR ASASI - SDN 014 Sagulung - Kota Batam
Assamu'alaikum Wr.Wb.
Ba'da salam kami doakan semoga Bapak/Ibu berada dalam keadaan sehat dan sukses selalu. Amin.
Sehubungan dengan pembinaan siswa SD Negeri 014 Sagulung, Taman Cipta Asri - Tembesi - Kota Batam (yang berjumlah lebih dari 400 orang siswa) menuju generasi yang madani. Maka perlu ada wadah pembinaan dalam hal ini tempat ibadah (Musalla).
Oleh karena itu kami memohon dengan segala kerendahan hati kepada Bapak / Ibu agar kiranya dapat membantu dana untuk meringankan biaya pekerjaan pembangunan tersebut di atas. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda. Amin.
Demikianlah permohonan ini kami buat, atas bantuan dan perhatian Bapak / Ibu, kami mengucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Batam, 22 September 2012
PANITIA PEMBANGUNAN MUSALLA NUR ASASI
SEKOLAH DASAR NEGERI 014 SAGULUNG
Nomor Induk Sekolah (NIS) 100300
Alamat : Taman Cipta Asri Kel. Tembesi Kec. Sagulung - Kota Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kode Pos 29434
Telp / Hp Hp 0812 6116075 / 0812 6134424
Ketua Panitia
ZULFAHMI, S.Ag.
NIP. 19730914 200604 1 006
PROPOSAL PEMBANGUNAN MUSALLA NUR ASASI
SDN 014 SAGULUNG KOTA BATAM - KEPRI
I. MUQODHIMAH
Alhamdulillahirobbil 'Alamain, kita panjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat kepada kita, serta tak henti-hentinya sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan terang yang diridhoi Allah SWT.
Peranana Mushola pada saat ini di sekolah-sekolah sangat berperan untuk membina generasi yang madani, karena Mushola di samping sebagai sarana ukhuwah islamiyah juga sebagai sarana membantu pendidikan non formal yang memberi dampak positif khususnya kepada warga Sekolah Dasar Negeri 014 Sagulung dan masyarakat di lingkungan sekolah pada umumnya. Yang pada gilirannya dapat menjadi filter bagi umat Islam.
Mushola disamping peranannya sebagai sarana menjalin ukhuwah islamiyah juga sudah saatnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial lainnya sepanjang untuk kemaslatan peranannya. Sehubungan dengan semangat umat Islam untuk meningkatkan syiar Islam dan kualitas pemahamanan sekaligus pendalaman terhadap ajaran Islam dengan hati yang tulus dan keinginan yang kuat, segenap pengurus dan Panitia Pembangunan Mushola mengajak kepada segenap lapisan masyarakat khususnya kaum muslimin dan muslimat untuk menaruh perhatian terhadap rencana mulia tersebut.
II. LANDASAN PEMIKIRAN
dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Ankabut: 7)
dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imron: 104)
Barangsiapa yang membangun masjid (Mushola) hanya karena mengharap keridhoan Allah SWT, niscaya Allah akan membangunkan rumah di surga. (H.R. Bukhori Muslim)
Orang-orang yang beriman dan beramal baik, akan Kami tempatkan di tingkat yang tertinggi di dalam surga yang mengalir sungai di bawahnya, di sana mereka kekal selamanya. Alangkah nikmatnya pembalasan bagi orang-orang yang beramal itu. (Q.S. Al-Ankabut: 58)
III. MAKSUD DAN TUJUAN
Dengan dibangunnya mushola yang ada sekarang ini, diharapkan dapat memberi manfaat dan masukan positif bagi umat, antara lain:
1. Untuk tempat peribadatan bagi warga SDN 014 Sagulung khususnya dan pada umumnya warga sekitarnya.
2. Sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan pengembangan syiar Islam serta menjalin tali silaturrohmi dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah.
3. Sebagai wahana pembinaan masyarakat sekitar khususnya umat Islam di bidang mental dan spiritual.
IV. ANGGARAN DAN BIAYA (TERLAMPIR)
V. SUMBER DANA
'
Sumber dana pembiayaan mushola "NUR ASASI SDN 014 SAGULUNG" diharapkan berasal dari beberapa unsur:
1. Swadaya masyarakat lingkungan setempat.
2. Donatur-donatur dari umat Islam pada umumnya.
3. Bantuan pemerintah.
VI. WAKTU PELAKSANAAN
Panitia pembangunan mushola memulai pelaksanaan pembangunan mulai bulan September 2012.
VII. LOKASI
Lokasi Mushola "NUR ASASI" bertempat di SDN 014 Sagulung Kel. Tembesi Kec. Sagulung Kota Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
VIII. SEKRETARIAT
Musalla "NUR ASASI"
SDN 014 Sagulung Kel. Tembesi Kec. Sagulung Kota Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
Hp 0812 6116075 / 0812 6134424
IX. PENUTUP
Demikian proposal ini, kami ajukan dengan penuh harapan sudilah kiranya Bapak / Ibu / Sdr / Sdri berkenan membantu pengadaan dana, demi lancar dan suksesnya rencana mulia ini. Dengan do'a semoga Bapak / Ibu / Sdr / Sdri selalu mendapatkan limpahan rahmat dalam lindungan-Nya serta mendapatkan limpahan rizki, kesehatan, ketentraman dan kesuksesan dalam menjalankan / mengemban tugas sehari-harinya.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
PANITIA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN MUSALLA NUR ASASI
SEKOLAH DASAR NEGERI 014 SAGULUNG
Nomor Induk Sekolah (NIS) 100300
Alamat : Taman Cipta Asri Kel. Tembesi Kec. Sagulung - Kota Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kode Pos 29434
Telp / Hp Hp 0812 6116075 / 0812 6134424
Ketua Panitia
ZULFAHMI, S.Ag.
NIP. 19730914 200604 1 006
Mengetahui
Ketua Komite SDN 014 Sagulung
BUDI HARTO MANALU, SE.
Kepala Sekolah SDN 014 Sagulung
NUR EFENDI, S.Pd.
NIP. 19660706 198807 1 001
Salam Sukses By:
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
Warga Tempatan, Penduduk Tempatan, Orang Tempatan, Warga Asli, Warga Pendatang, Penduduk Asli, Penduduk Pendatang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan, Tempat Sholat, Kiblat, Muslim, Moslem, Muslimah, Ibadah, Sholat, Sedekah, Amal Jariyah, Islam, Sekolah Dasar Negeri 014 Sagulung, Musalla Nur Asasi, Sekolah Negeri, Tempat Ibadah, Musholla, Masjid, Mosque, Batam, Barelang, Kepri, Kepulauan Riau, Taman Cipta Asri, Tembesi, Proposal Penggalangan Dana, Pembangunan Musalla, Pembangunan Masjid, Bansos, Bantuan Sosial, Dinas Sosial, Dinsos
"Hanya mereka yang memakmurkan masjid-masjjd Allah-lah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah. 9: 18)
Tampilkan postingan dengan label Moslem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moslem. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 November 2012
Bantuan Dana Pembangunan Mushalla NUR ASASI - SDN 014 Sagulung - Kota Batam
Label:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Dinas Pendidikan,
Ibadah,
Kiblat,
Moslem,
muslim,
Muslimah,
Penduduk Asli,
Penduduk Pendatang,
sedekah,
Sholat,
Tempat Sholat
Kamis, 17 November 2011
Islam di Indonesia
Islam di Indonesia











Liberty Reserve account number: U0949212
Paypal Account email : iklan.ftz@gmail.com
ISLAM DI INDONESIA
Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.
Sejarah masuknya Islam
Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 – 1600)
Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.
Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.
Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.
Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat
.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus). Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya
.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra [Sima dari Kalingga masuk Islam.
Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).
Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i.
Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.
Masa kolonial
Pada abad ke-17 Masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.
Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:
• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.
Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, di antara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.
Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Islam berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.
Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Papua.
Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim, disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.
Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia
Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.
Pendidikan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.
Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.
Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Islam, di antaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam tradisional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia
Politik Islam di Indonesia
Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.
Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan -akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.
Catatan dan referensi
1. Masukanya Islam di Indonesia, situs Kedung Peziarah
2. Prof Dr HAMKA. Sejarah Umat Islam.
3. H Zainal Abidin Ahmad. Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Bulan Bintang, 1979.
4. “Mustafa Kamal, SS, Sejarah Islam di Indonesia” Dakwatuna.com. Diakses pada 4 Januari 2009.
5. Ricklefs, M.C. (7 November 1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 353-356.
6. Pengaruh Arsitektur Peradaban Islam di Indonesia, situs Era Muslim
7. Lembaga Ta’Mir Masjid Indonesia
8. Gerakan Memakmurkan Masjid, Institut Manajemen Masjid
9. Nurun Maksuni, Pesantren dalam wajah Islam Indonesia, nusyria.Net:2007
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia
Salam SUKSES by :
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
personal brand, brand pribadi, merk pribadi, internet marketing, multi level marketing, network marketing, bisnis online, identitas pribadi, pengenal diri, identitas diri, MLM, DS, Direct Selling, pemasaran berjenjang, Prinsip Membangun Personal Brand,
islam, muslim, Moslem, Indonesia, penyebaran agama islam, sejarah islam Indonesia, dakwah, muallaf, masjid, mosque, musholla, partai politik islam, organisasi islam, umat islam, pendidikan islam,
Liberty Reserve account number: U0949212
Paypal Account email : iklan.ftz@gmail.com
ISLAM DI INDONESIA
Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.
Sejarah masuknya Islam
Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 – 1600)
Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.
Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.
Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.
Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat
.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus). Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya
.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra [Sima dari Kalingga masuk Islam.
Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).
Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i.
Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.
Masa kolonial
Pada abad ke-17 Masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.
Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:
• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.
Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, di antara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.
Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Islam berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.
Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Papua.
Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim, disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.
Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia
Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.
Pendidikan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.
Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.
Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Islam, di antaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam tradisional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia
Politik Islam di Indonesia
Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.
Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan -akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.
Catatan dan referensi
1. Masukanya Islam di Indonesia, situs Kedung Peziarah
2. Prof Dr HAMKA. Sejarah Umat Islam.
3. H Zainal Abidin Ahmad. Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Bulan Bintang, 1979.
4. “Mustafa Kamal, SS, Sejarah Islam di Indonesia” Dakwatuna.com. Diakses pada 4 Januari 2009.
5. Ricklefs, M.C. (7 November 1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 353-356.
6. Pengaruh Arsitektur Peradaban Islam di Indonesia, situs Era Muslim
7. Lembaga Ta’Mir Masjid Indonesia
8. Gerakan Memakmurkan Masjid, Institut Manajemen Masjid
9. Nurun Maksuni, Pesantren dalam wajah Islam Indonesia, nusyria.Net:2007
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia
Salam SUKSES by :
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
personal brand, brand pribadi, merk pribadi, internet marketing, multi level marketing, network marketing, bisnis online, identitas pribadi, pengenal diri, identitas diri, MLM, DS, Direct Selling, pemasaran berjenjang, Prinsip Membangun Personal Brand,
islam, muslim, Moslem, Indonesia, penyebaran agama islam, sejarah islam Indonesia, dakwah, muallaf, masjid, mosque, musholla, partai politik islam, organisasi islam, umat islam, pendidikan islam,
Label:
dakwah,
Indonesia,
Islam,
masjid,
Moslem,
mosque,
muallaf,
musholla,
muslim,
organisasi islam,
partai politik islam,
pendidikan islam,
penyebaran agama islam,
sejarah islam Indonesia,
umat islam
Langganan:
Postingan (Atom)






